Saya dan NengDJ akhir-akhir ini tengah melirik dan mencari tahu tentang dunia fotografi amatir, melanjutkan kiprah NengDJ yang sebelumnya sempat menekuni dunia Event Organizing bersama teman-temannya.
Maksud kami, kenapa tidak?
Modal ada, meskipun hanya seperangkat alat fotografi seadanya : sebuah kamera DSLR Canon, beberapa lensa tambahan, serta aksesori primer seperti lampu flash dan tripod. Modal selanjutnya tentu saja kemampuan dan pengalaman yang –meskipun minim– namun sudah cukup membuat kami percaya diri. Saya dengan beberapa tahun di balik kamera (meskipun selama ini hanya sebagai pehobi); dan dia sebagai mantan *uhuk* model *uhuk* dan juga make up artist yang jasanya sudah dipercayai oleh teman-teman dan keluarganya. Tak kalah pentingnya juga adalah keberanian untuk mencoba.. :-)
Dan setelah beberapa kali belum berhasil melaksanakan apa yang dicita-citakan, akhirnya minggu lalu kami mendapat pelanggan pertama : Kang Yanto dan Teh Gina; pasangan berbahagia yang akan melangsungkan pernikahan dalam beberapa bulan ke depan. Nuansa nepotisme sangat kental di sini, karena Kang Yanto tak lain dan tak bukan adalah saudara sepupu NengDJ sendiri. Bwahaha.. :-))
–
Nama Project : Prewedding Session of Yanto-Gina Deskripsi : Digunakan sebagai foto di undangan dan untuk dipajang pada saat resepsi. Konsep : Outdoor. Casual. Lokasi : Taman Mini Indonesia Indah.
–
Beberapa hal yang sempat saya petik dari pengalaman pertama ini :
- Bicarakan konsep dan ketahui keinginan pelanggan. Jika kebetulan pelanggan tidak ada ide, sodorkan beberapa sampel foto yang pernah dibuat. Bisa juga dengan mencari inspirasi dari beberapa contoh foto yang ada di ranah maya.
- Cari informasi tentang tempat yang akan didatangi. Antara lain mengenai perizinan, biaya (jika ada), waktu yang tepat untuk berkunjung, serta spot dan angle menarik di tempat yang bersangkutan.
- Persiapkan perangkat yang akan digunakan; pinjam jika perlu. Mempersiapkan 2 kamera dengan konfigurasi lensa yang berbeda juga ada baiknya; mengurangi waktu dan kerepotan yang diperlukan untuk gonta-ganti lensa.
- Siapkan sentuhan akhir untuk menambah nilai dari hasil foto. Bekali diri dengan kemampuan re-touch foto. Jika tak mampu, jangan segan untuk memperbantukan teman yang memang berpengalaman. Hasil akhir juga sangat ditentukan dengan finishing yang memadai.
- Jangan menutup diri terhadap masukan yang datang.
.
Dan syukurlah, kali ini pasangan bersangkutan cukup puas dengan hasil yang diberikan.. :-D
Anda punya tips lain untuk kami? Mari berbagi. Kami akan menerimanya dengan sangat berterima kasih.. :-)
Tambahan :
- Tertarik untuk menggunakan layanan kami? Silahkan kirim email ke trost.eo[at]gmail.com. Soal harga dan lain-lain, dijamin sangat bersahabat. Hehe.. :-p
- Foto prewedding lain dapat dilihat di galeri pribadi saya.
- Foto dipasang atas persetujuan pelanggan.



7 Comments
seru … boleh-boleh!
jempol untuk hasilnya
photonya sih keren abiez
yang kurang mungkin posenya kali ya?
dan semuanya di rel. ada apa dengan rel?
jalan kehidupan?
tapi maaf aku ga bisa kasih masukan (doh)
tapi memang pastinya banyak stock ga cuma di rel aja, karena aku liat juga di flickr.
mbu, kapan kawin?
Fotonya keren-keren……
mantap mas… foto di flickr nya keren2… :)
waaaa.. kerennn….
numpang liat2 ahh
wah man….bagus euy….
kalo boleh saran sih…coba cari rel yang bercabang dua terus diakhiri dengan satu rel….kan ada filosofinya tuh….dari jalan yang berbeda menjadi satu jalan dan satu tujuan…hehe…
dan kalo mau ngitem putihin, jangan lupa tuh di beri noise, biar agak kelihatan bagus, gak flat aja…
hehe…sekian aja sarannya….
Terima kash sarannya mas Kukuh!! :-)